Blogger Widgets INVESTOR NEWS UPDATE | Bisnis, Ekonomi dan Investasi: Rupiah Menguat, Tapi Belum Stabil

Indonesia Daily Business Review

Rupiah Menguat, Tapi Belum Stabil

Nilai tukar rupiah masih belum stabil, meski pada perdagangan hari ini menguat 24 poin di kisaran Rp 12.166 per dolar Amerika Serikat. Rupiah di pasar spot sempat mencapai level Rp 12.199 per dolar AS, dan terendah bergerak di kisaran Rp 12.123 per dolar AS.

Dari sisi volatilitas, selisih antara pasar spot dengan pasar non-delivery forward (NDF) 12 bulan sebesar 980,3 poin. Pasar NDF 12 bulan saat ini mencapai Rp 13.146 per dolar AS.


Angka ini belum menunjukkan ke posisi normal seperti pada tahun lalu, atau akhir Januari 2013 yang memiliki selisih sekitar 375 poin . Rentang paling lebar, atau menunjukkan kurangnya pasokan dolar terjadi pada 27 Agustus 2013 dengan rentang 1.766,67 poin.

Jika dibandingkan dengan mata uang lain, rupiah berada di urutan ketiga yang mengalami penguatan (0,23 persen), setelah won Korea Selatan dan rupee India menguat 0,23 persen. Namun selama sepekan, rupiah tercatat melemah 0,03 persen. Rata-rata mata uang di Asia menguat pada hari ini.

Sedangkan selama satu bulan rupiah menguat 1,51 persen dan menjadi mata uang yang menguat kedua setelah yen Jepang yang menguat 2,09 persen. Mata uang negara tetangga seperti ringgit Malaysia melemah 1,17 persen selama sebulan, dolar Singapura melemah 0,41 persen, rupee India terdepresiasi 0,08 persen. Penurunan paling dalam dialami peso Filipina yaitu minus 1,71 persen selama sebulan.

Jika berdasarkan kurs tengah BI, rupiah menguat 113 poin dari 12.267  pada 28 Januari 2013 menjadi 12.154 per dolar AS pada hari ini. Tak hanya rupiah, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia juga menguat sebesar 75,69 poin (1,74 persen) di level 4.417,34.

Tercatat, suku bunga Jakarta Interbank Over Night Rate (JIBOR) ditawarkan 5,87 persen atau melemah 0,1 persen. Sedangkan untuk tenor satu pekan dan satu bulan masing-masing 6,49 persen (melemah 6,49 persen) IDR dan 7,8 persen (melemah 0,3 persen).